7 Fakta Menarik Tentang Kuil Matahari Konark di India

Kuil Matahari abad ke-13 di Konark di India didedikasikan untuk Surya, Dewa Matahari Hindu. Ini adalah salah satu monumen paling terkenal di India. Monumen ini adalah kereta rumit yang penuh dengan ukiran dan makna tersembunyi. Ini juga merupakan jam matahari yang sangat akurat dan dapat memberi tahu waktu hingga menit yang tepat. Terbuat dari batu impor, dibutuhkan ribuan pekerja selama lebih dari satu dekade untuk menyelesaikannya. Seperti yang akan Anda lihat, ini adalah bagian arsitektur yang luar biasa baik dalam desain maupun eksekusi. Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan untuk melihat situs warisan UNESCO ini atau hanya ingin mempelajari lebih lanjut tentang sejarahnya, berikut adalah beberapa fakta paling menarik tentang Kuil Matahari Konark di India.

1. Konark Menghormati Dewa Matahari Hindu

Kata Konark berarti sudut atau sudut (kona) dan matahari (bahtera) dalam bahasa Sansekerta. Kuil di Konark didedikasikan untuk Dewa Matahari Hindu Surya. Surya adalah salah satu dari lima dewa utama dalam agama Hindu. Tugu tersebut merupakan representasi dari kereta dewa matahari Surya.

2. Pelaut Menggunakan Kuil Sebagai Tengara

Anda akan menemukan Kuil Matahari Konark di negara bagian timur Odisha – sebelumnya disebut Orissa – di India. Lokasinya pernah berada di tepi Teluk Benggala di muara Sungai Chandrabhaga, tetapi garis airnya surut selama bertahun-tahun. Namun, di masa lalu, para pelaut di Teluk Benggala menggunakan kuil sebagai tengara. Pelaut Eropa menyebut kuil itu Pagoda Hitam (Kaala Pagoda).

Baca Juga:  7 Tempat Wisata di Italia, Ikonis dan Instagramable

3. Kuil Matahari di Konark Berasal dari Abad ke-13

Para ahli percaya bahwa Raja Narasimhadeva I dari Dinasti Gangga Timur memerintahkan pembangunan kuil tersebut sekitar tahun 1250 M. Dia menyewa kepala arsitek Bisu Maharana untuk merancang candi. Pekerja membangun Kuil Matahari Konark terutama dari tiga jenis batu klorit, laterit dan khondalit. Batu-batu itu dibawa ke India dari negara lain melalui Teluk Benggala. Kuil ini tersebar di 12 hektar dan membutuhkan 1.200 pekerja 12 tahun untuk menyelesaikannya.

4. Kuil Matahari Konark Menggambarkan Sebuah Kereta

Ikonografi Surya sering menampilkan Dewa Matahari mengendarai kereta yang ditarik tujuh ekor kuda. Kuda-kuda itu melambangkan tujuh warna cahaya tampak dan tujuh hari dalam seminggu. Kuil Matahari Konark adalah kereta besar dengan ukiran rumit dari roda batu, pilar, dan dinding. Ini menggambarkan dua belas pasang roda yang ditarik oleh tujuh kuda. Dua belas roda melambangkan dua belas bulan dalam kalender Hindu. Desain simbolis menghiasi roda, beberapa di antaranya mengacu pada siklus musim. Ini adalah bagian arsitektur yang luar biasa baik dalam desain maupun eksekusi.

5. Kuil Matahari Konark Memberi Tahu Waktu

Roda kereta menunjukkan waktu. Setiap roda memiliki delapan jeruji dan setiap jeruji melambangkan pahar (3 jam). Oleh karena itu, delapan jari-jari mewakili 24 jam. Dengan mengamati bayangan jari-jari, Anda dapat mengetahui waktu. Faktanya, siang atau malam, roda memberi tahu waktu secara akurat hingga menit makanan khas maluku.

Baca Juga:  7 Fakta Unik Bangkok, Kota yang Dijuluki Venesia dari Timur

6. Ukiran Detail Menutupi Candi

Banyak permukaan candi, termasuk dinding dan tulisan suci, menampilkan ukiran yang sangat detail. Jika Anda melihat lebih dekat, Anda akan melihat karya seni yang indah, penggambaran dan patung dewa dan bidadari Hindu, burung, hewan, makhluk laut, dan makhluk mitos. Anda juga akan melihat friezes yang menceritakan teks-teks penting Hindu dan patung erotis maithunas.

7. Kuda itu Memiliki Nama yang Puitis

Tujuh kuda di Kuil Matahari Konark memiliki nama. Nama-nama tersebut adalah Gayatri, Brihati, Ushnih, Jagati, Trishtubha, Anushtubha, dan Pankti. Mereka dinamai tujuh meter atau puisi Sansekerta.